You are awesome.

Sabtu, 22 November 2014

Mencicip Nikmat

In the name of Allah, The Most Gracious, The Most Merciful.

First, thank you to My Lord, My One and Only, Allah Subhanahu Wata'alaa who has given me a chance to stay alive. Even my hero has gone, but his love will never burried. (I can feel that ofc). Alhamdulillah..
Lahir 5 Mei 1999 sebagai anak pertama dari 3 bersaudara. Memiliki sesosok ayah yang sudah menghadap-Nya sejak 29 September lalu, seorang ibu yang luar biasa tegarnya, adik perempuan yang cantik, dan adik laki-laki sebagai pelindung keluarga kelak ketika dewasa. 
Kini bersekolah di Man Insan Cendekia Serpong, Tangerang. Kembali lagi bersekolah asrama setelah berasrama juga di sekolah sebelumnya, SMPIT Iqro. Alhamdulillah, saya bersekolah di sini karena banyak faktor. Bukan hanya usaha dan do'a saya. Tapi juga dukungan almarhum ayah, dan ibu saya. Dukungan teman-teman dan sanak saudara. Do'a-do'a terpanjatkan setiap selesai solat.
Jujur saja, saya bukan tipe orang yang suka belajar 'anteng' di meja belajar. Saya juga bukan tipe orang yang sering tidur malam akibat belajar. Bukan juga tipe orang yang sangat terpuruk jika mendapat nilai kurang dari standar. Saya pikir saya orang yang santai, sangat santai bahkan. Tapi kalau ada yang serius, saya juga serius. Teman-teman saya di asrama sering belajar, ada yang sampai tengah malam, ada yang membawa buku kemana-mana, tapi ada juga sih yang baru belajar subuh harinya. 
Saya masuk jurusan IIS, atau IPS. Karena ternyata bidang saya adalah sosial dan seni. Mungkin karena itu juga saya jadi santai(?). Orang tua saya tidak pernah mendoktrin saya dengan doktrin-doktrin berat. Kamu harus ini, kamu harus itu. Mereka lebih memberi saya kebebasan. Kebebasan yang masih diawasi. Bukan bebas berarti sangat semaunya. Kalau saya salah, saya dimarahi. Mereka selalu menyontohkan apa yang seharusnya saya lakukan, misal, ketika meja belajar saya berantakan, mereka membereskannya, barulah saya sadar, ooh saya harus membereskannya sendiri. Ayah saya selalu solat tepat waktu, setelah adzan, ambil wudhu, lalu mengajak berjamaah, kalau saya ga ikut jamaah, ayah saya tidak marah. Karena mereka percaya, anak-anaknya sudah besar, bisa membedakan mana yang baik, mana yang buruk. Mana yang pantas dicontoh, mana yang tidak. Satu hal yang saya sangat ingat, mereka hanya membolehkan saya menginap di rumah teman, setahun sekali. Mereka pikir, kita sudah punya rumah, kenapa harus nginep di rumah orang? Ayah saya pasti jemput saya mau jam berapapun itu. Ayah saya selalu menghindari saya berangkat sendiri, bukannya saya tidak diinginkan mandiri, melainkan rawan anak perempuan kemana-mana sendiri.
Kalau saya ingin sesuatu, saya bilang orang tua saya. Besoknya? Langsung ada. Dituruti kalau memang itu kebutuhan sekolah atau kebutuhan lainnya. Kesukaan saya terhadap menulis dan menggambar juga tidak dibatasi. Kecuali, barang-barang mahal, saya diwajibkan untuk menabung terlebih dahulu. Katanya, agar bisa menghargai uang, menghargai barang sendiri, menjaga barang sendiri. 
I'm so thankful that I have a lot of amazing teachers. Mulai dari tk sampai SMA ini. Sosok Miss Yuna, guru bahasa inggris saya di SMA membuat saya semakin cinta bahasa dan sastra inggris. Beliau amat sangat disiplin, tetapi ramah. Bicara soal bahasa inggris, terpikir lagi, saya ingin mengambil kuliah sastra inggris, insya Allah. Saya sempat ingin mengambil langsung ke luar negeri. Tapi setelah saya pikir-pikir, apa salahnya di rumah sendiri dulu? Indonesia juga punya universitas-universitas kece. Pilihan kedua, Komunikasi. Saya suka berbicara dengan orang, tapi saya butuh latihan jika berbicara di depan orang banyak. Public speaking saya kurang. 
Sewaktu SMP saya mendapat banyak kesempatan untuk pengalaman baru. Mulai dari pergi ke Jogja-dengan social event, Merapi Program 3&4- sampai naik gunung dan ke negara tetangga. Alhamdulillah..
24 NOV 2014, waktunya UAS SEMESTER 1. BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM :D

Intinya, Fabiayyi 'aala i robbikuma tukadzdzibaan? :)
Apakah ada alasan untuk tidak bersyukur?
Pasti selalu ada alasan untuk bersyukur.

notes: tulisan ini sama sekali tidak berniat riya ataupun sombong. saya harap ada pelajaran yang bisa diambil dari artikel saya kali ini. 

Sejarah Aksara Mesir

Tulisan



Tulisan hieroglif terdiri dari sekitar 500 simbol. Sebuah hieroglif dapat mewakili kata atau suara. Simbol yang sama dapat menyajikan tujuan yang berbeda dalam konteks yang berbeda pula. Hieroglif adalah aksara resmi, digunakan pada monumen batu dan kuburan. Pada penulisan sehari hari, juru tulis membuat tulisan kursif, yang disebut keramat. Tulisan kursif ini lebih cepat dan mudah. Sementara hieroglif formal dapat dibaca dalam baris atau kolom di kedua arah (walaupun biasanya ditulis dari kanan ke kiri), aksara keramat selalu ditulis dari kanan ke kiri, biasanya pada baris horisontal. Sebuah bentuk baru penulisan, demotik, menjadi gaya penulisan umum, dan inilah bentuk tulisan -bersama dengan hieroglif formal - yang menyertai teks Yunani di Batu Rosetta.

Hieroglif Mesir dari bahasa Yunani ἱερογλύφος "ukiran suci", dalam bahasa Inggris hieroglyphic = τὰ ἱερογλυφικά [γράμματα]) adalah sistem tulisan formal yang digunakan masyarakat Mesir kuno yang terdiri dari kombinasi elemen logograf dan alfabet. Hieroglif Mesir merupakan salah satu sistem penulisan paling tua yang dikenal manusia. Beberapa dari tulisan tersebut berasal dari tahun 3000 sebelum masehi dan telah digunakan oleh bangsa Mesir selama lebih dari 3000 tahun. Masyarakat Mesir menggunakan hieroglif kursif untuk sastra keagamaan pada papirus dan kayu. Adapula variasi formal tulisan yang lebih kecil, yang disebut hieratik dan demotik, namun secara teknis tulisan tersebut bukan merupakan hieroglif.

Hieroglif Mesir dibagi menjadi 2:

Logogram 

Hieroglif digunakan sebagai logogram untuk menegaskan suatu objek yang merupakan sebuah gambar. Untuk itu logogram merupakan benda biasa yang sering digunakan. Dalam teori, seluruh hieroglif memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai logogram. Logogram dapat ditemani dengan pelengkap fonetis.

Semagram

Determinatives atau semagram (simbol semantik yang menentukan makna) ditempatkan di akhir dari sebuah kata. Karakter ini bertujuan untuk mengklarifikasi tentang apakah sebuah kata itu, seperti homofonik glyphs.

     Pada awalnya, orang Mesir menggunakan bentuk gambar tulisan yang kasar, seperti yang digunakan oleh suku-suku primitif di seluruh dunia. Hieroglif adalah gambar yang masing-masing mewakili objek alamiah. Matahari digambarkan sebagai piringan, bulan digambarkan dengan bulan sabit, air digambarkan oleh garis gelombang, orang dengan bentuk orang, dan lain sebagainya. Akan tetapi, tulisan gambar ini tidak dapat mewakili kata-kata atau benda-benda yang tidak dapat dilihat mata seperti pikiran, cahaya, dan hari. Sehingga hieroglif pun lebih dianggap sebagai simbol ide daripada sebuah gambar objek. Piringan dapat juga berarti ‘hari’, bukan hanya berarti matahari. Ide-ide ini disebut dengan ‘ideogram’. Perkembangan hieroglif selanjutnya adalah menggunakan gambar, lebih untuk mewakili bunyi daripada untuk mewakili objek sesungguhnya. Misalnya, sebuah gambar lebah dapat bukan berarti serangga, melainkan merujuk pada kata ‘lebah’. Daun dapat memiliki arti ‘percaya’ (kita gunakan kata dalam Bahasa Indonesia untuk memudahkan dalam menunjukkan bagaimana cara kerjanya). Hieroglif seperti itu, yang digunakan sebagai bunyi, dikenal dengan nama ‘fonogram’. Belakangan, orang Mesir dapat menulis kata apa saja yang mereka kenal, baik kata itu berarti sesuatu yang dapat mereka gambarkan atau tidak. Dari fonogram tersebut mereka mengembangkan satu seri tanda, masing-masing mewakili satu huruf. Dalam penulisan, orang Mesir hanya menggunakan huruf konsonan (huruf mati) saja. Misalnya, kata ‘minum’ hanya akan ditulis ‘mnm’ (tentunya dengan menggunakan tulisan Mesir). Orang Mesir juga terus menggunakan simbol-simbol lama dalam tulisan mereka seperti ideogram, fonogram, dan picturegram (tulisan gambar) semuanya digabungkan. Seiring berjalannya waktu, tulisan tersebut menjadi sangat rumit sehingga tidak mudah dimengerti oleh orang awam.



Sistem Penulisan

Penulisan hieroglif dapat dimulai dari kanan ke kiri, kiri ke kanan, atau dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas, tetapi biasanya dimulai dari kanan ke kiri (seperti dalam penulisan Arab, walaupun dalam penulisan formal zaman sekarang ini menggunakan kiri ke kanan).

NAHHHH INI DIA YANG SERU :D

Bagi anda yang mau tahu, bagaimana sih penulisan nama anda dalam pictogram mesir? :D CEKIDOT!
http://discoveringegypt.com/egyptian-hieroglyphic-writing/hieroglyphic-typewriter/

Hieroglif Mesir Kuno

Hieroglif Pertanian Mesir Kuno

Yuk, Cek Penulisan Nama Anda! :D

didukung oleh: www.wikipedia.org



Kamis, 20 November 2014

Mom and Dad

She's my friend, my bestfriend, my real friend, my chef, my teacher, my advisor, my spirit, my love, my dad, my mom. She's strong, beautiful, and her kindness? Uncountable. She's just like an angel. Like a fairy. My rainbow, my whole world.
Mom, I promise, I'll be standing tall someday, to make you proud, to make you happy. See? I'm your first daughter, and I'm so glad that Allah gave me Mom like you. May Allah always give His graces to you, indeed, He's merciful and forgiveness. Allah doesn't sleep, Mom. Never. He always hear, always. You're my mom, and also my dad. I love you, somuch than you've ever known.
Mom, you're always be there for me. I never wonder how will be i am without you. Please, stay. I need you, always. You're the best mom ever! 

Kamis, 23 Oktober 2014

Folklore - Sejarah

     Legenda Puteri Kaca Mayang ini berasal dari Pekanbaru, Riau. Legenda ini menceritakan seorang raja bernama Raja Gasib , yang memiliki puteri cantik yang bernama Puteri Kaca Mayang. Namun, puteri cantiknya itu belum juga dipinang seorang lelaki karena para raja lainnya segan karena Raja Gasib memiliki panglima yang amat gagah, bernama Panglima Gimpam. Suatu hari, Raja Aceh memberanikan diri untuk meminang Puteri Kaca Mayang dan mengutus 2 orang sebagai utusannya. Namun, Raja Gisab menolak pinangan tersebut dan mengatakan bahwa puterinya tidak siap menikah. Lalu terjadi perlawanan dari Raja Aceh. Raja Aceh. Pasukan Raja Aceh memorak-mandakan kerajaan Gasib dan berhasil mengambil paksa Puteri Kaca Mayang. Panglima Gimpam tidak tinggal diam, ia melakukan perlawanan ke Kerajaan Aceh. Raja Aceh menggunakan dua gajah besar untuk menahan dan melawan Panglima Gimpam. Tetapi, karena keberaniannya, Panglima Gimpam mampu menjinakkan dua gajah tersebut. Raja Aceh sangat takjub akan keberanian Panglima Gimpam lalu mengembalikan Puteri Kaca Mayang ke tangan Panglima Gimpam. Tetapi, Puteri Kaca Mayang kembali tidak dengan keadaan sehat, melainkan sakit parah yang tidak tahu apa obatnya. Di perjalanan, Puteri Kaca Mayang menghembuskan nafas terakhirnya. Saat sampai di Kerajaan Gasib, Panglima Gimpam dan Puteri Kaca Mayang disambut oleh duka mendalam. Seluruh kerajaan berkabung. Dipukul rasa duka yang amat membuatnya kesepian, Raja Gasib meninggalkan kerajaannya untuk sementara dan mengutus Panglima Gimpam sebagai raja sementara. Namun, tak berlangsung lama, Panglima Gimpam pun berniat meninggalkan kerajaan itu. Sifatnya yang setia, membuat Panglima Gimpam tidak ingin menikmati di atas kesedihan dan penderitaan orang lain, apalagi rajanya. Ia tidak mau mengambil milik orang lain walaupun kesempatan di depan matanya. Akhirnya, atas kehendaknya sendiri, Panglima Gimpam meninggalkan kerajaan dan membangun sebuah kampung yang dinamakan Pekanbaru. Hingga kini, nama itu dipakai untuk nama ibu kota Provinsi Riau, yaitu Pekanbaru. Sementara, makam Panglima Gimpam masih dapat kita saksikan di Hulu Sail, sekitar 20 km dari Kota Pekanbaru.

Analisis folklore : Cerita ini berasal dari Riau. Cerita ini menyampaikan nilai moral yaitu sifat setia dan tidak mengambil apa yang bukan miliknya. Orang tua Melayu mengatakan, "yang hak berpunya, yang milik bertuan". Dalam ungkapan adat juga disebutkan, "hak orang kita pandang, milik orang kita kenang, pusaka orang kita sandang", yang maksudnya adalah hak dan milik orang wajib dipandang, dikenang, dipelihara, dihormati, dan dijunjung tinggi. Orang tua melayu juga senantiasa mengingatkan anak kemenakan ataupun anggota masyarakatnya untuk tidak menuruti hawa nafsu dan serakah.

apa tanda orang terkutuk,
mengambil milik orang ia kemaruk
apa tanda orang celaka,
mengambil hak orang lain semena-mena

Thank's to this source : http://melayuonline.com/ind/culture/dig/1698/puteri-kaca-mayang-asal-mula-kota-pekanbaru

Selasa, 30 September 2014

Nuni panggil, "Bapak"

Tepat kemarin, Senin, 29 September 2014.
Bisa dibilang hari terburuk nuni.
Hari di mana satu sosok paling penting itu pergi.
Yang biasa mengingatkan solat dan tilawah qur'an.
Yang selalu menyemangati dengan senyum terhangatnya.
Yang memeluk layaknya pelukan beruang.
Yang terakhir kulihat 2 minggu lalu.
Yang menelfonku di asrama 3 hari yang lalu.
Masih terngiang kata-katanya.
Kata-kata yang menyiratkan rindu tetapi membangkitkan semangat.
Suara imam sholat, suara lantunan qur'an setelah shubuh. 
Harapan-harapannya masih menggantung tinggi.
Meninggalkan mama dan 3 anak tercinta.
Pergi kemarin pagi, fiisabilillah mencari nafkah.
Tega sekali takdir berkata, kecelakaan motor dengan motor dahsyat terjadi.
Kecelakaan yang membuat segalanya berubah.
Tega sekali yang menabraknya.
Tega sekali pagi itu, Ya Allah.
Kau panggil beliau begitu cepat.
Sadar, tidak sadar. Terima, tidak terima.
Helmet yang dipakainya terlempar, kepalanya luka parah.
Sungguh beginikah takdirnya, Ya Allah?
Beginikah tragisnya.
Kau cabut ia setelah bibir itu kaku mengikuti alunan syahadat.
Tapi mengetahui telah mengikuti alunannya saja, lega rasanya.
Bapak.. Nuni masih mau cerita banyak sama bapak.
Oiya, kemaren, keluarga-keluarga sama temen-temen smp nuni, temen kantor bapak, kesini loh pak. Semangatin mama, nuni, nisa, mail. Mereka baik banget yaa?
Bapak dianter orang banyak loh, padahal bapak cuma tidur.
Orang-orang pada do'ain bapak.
Mereka kaget, Pak. Temen bapak bilang, bapak orangnya baik, ramah, murah senyum, sehat segar bugar.
Bapak.. Nuni lemes banget waktu dikasih tau bu dini di perjalanan.
Nuni sadar banget bapak emang milik Allah.
Allah boleh sesuka-sukanya ambil bapak.
Oiya, kemaren nuni dianter pulang sama Bu Dini, Pak Huda, Bu Nova, Bu Arti, Pak Tri sama Pak Yopi. Sampe rumah loh, Pak. Mereka juga kuatin nuni.
Soalnya nuni anak pertama.
Pak, jujur aja nuni masih nangis. Tadi pagi abis sholat shubuh nuni baca yasin, mama disamping lagi berdo'a.
Suara nuni bergetar, lama-lama nangis. Keinget terus pesen bapak sama nuni.
"tetep semangat ya, Nak. bapak selalu do'ain teteh."
Itu percaakapan telfon terakhir yaa, Pak?
Alhamdulillah Allah masih ngasih waktu buat kita telfonan.
Bapak, nuni liatin foto bapak terus.
Pak, muka bapak bonyok. Badan bapak biru-biru.
Sakit banget ya, Pak?
Kaya mujahid mujahid Palestina yaa, cerah ganteng meski bonyok:)
Bapak, waktu mandiin bapak, darah dari kepala bapak masih ngucur.
Kepala bapak kok, dijait sih?
Bapak pake helm kan? Di-cekrek-in ga pak makenya?
Hmm, engga yaa? Makanya helmnya lepas.
Hehe bapak tuh ceroboh :)
Tapi mama nuni nisa mail tetep sayang!!! Sayang bangettttt
Tenang aja, Pak. Do'a buat bapak masih terus mengalir.
Bapak ninggalin anak-anak yang sholeh sholehah kok :)
Bapak lagi dimana sekarang? Nuni mau pesen mcd.
Hehehehe, pizza hut yang cheese semua.
McFlurry yaa, Pak.
Hehe, nuni masih bukain chat di hp bapak yang nuni nisa minta dibeliin makanan.
Hp bapak kok utuh sih?
Utuh loh, pak. Twitter bapak aja belom di logout :p
Pak.. Nuni sayang banget sama bapak.
Oiya, aki bilang, bapak ngeduluin aki nih.
Tau ih bapak mah, cepet banget, bapak belom liat nuni kuliah tau :(
Semalem, nuni keinget terus sama bapak.
Bapak suka bantuin mama nyetrika sambil nonton bola.
Teriakan "GOL" bapak, teriakan liat Valentino Rossi atau Pedrosa beraksi di motogp.
Kangen, Pak.. Hehe :)
Kata mama, bapak sempet bantuin mama ngepel yaa?
IIIIIIIII RAJIN!
Pak, kata mama, mama didatengin bapak yaa semalem?
Bapak elus-elus kepala mama.
Bapak minta maaf sama mama karena ga sempet pamit.
Ko ke nuni engga sih pak?
Malem ini, Oce Pak?
Hehee bapak kan suka bilang. "Oce?"
Hehee oce oce :D
Pak, depan rumah ada tenda.. Adakarangan bunga, tulisannya alm.ahmad.
Nuni coba banget ikhlas, Pak.
Kata mama, cita-cita bapak tuh sekolahin nuni nisa mail setinggi-tingginya dan nisa mail dimasukin ke sekolah islam terus kan?
Hehe, inshaa Allah ya, Pak.
Bapak terus do'ain makanya.
Bapak lagi jalan ke surga yaa?
Kalo udah sampe, nuni titip salam buat Allah.
Nanti kan bapak deket banget tuh ama Allah.
Do'ain yaa, Pak biar mama tenang, mama kuat.
Nuni ga enak deh pak sama mama.
Masa mama jagain nisa ama mail, nuni sendirian enak-enak di asrama?
Jauh pula.
Ah bapak, sering-sering yaa ke incen :)
Heehe, tapi guru-guru nuni baik banget ko pak :)
Tenang aja pak, nuni dididik di sana biar jadi terwujud impian bapak :)
Bapak.. Mama di-pause dulu tuh kateringnya.
Nisa lagi nyari kue-kue sama bude.
Bude andi, bude dwi, uwa, aki, pade ajis sm bude ajis nginep disini loh, Pak.
Hehehe temenin mama.
Pak, 2 Februari kan anniv bapak sm mama yaaa
Ciye ciyeee
Nanti nuni di IC tapi pak. Tenang aja, do'a :)
Cuma maut yah yang pisahin bapak sama mama :"
Nuni liat lagi foto pernikahan mama bapak.
Mama cantik banget, bapak ganteng banget.
Wiii sweet couple <3
Pak, yang tenang yaa di sana :)
Ciyee ketemu Allah duluan.
Pasang foto bapak ah.. Giginya putih banget :)
Bapak selalu ngingetin nuni buat ngerawat gigi.
"Kalo teteh sakit, berarti awalnya dari gigi.Gigi kan tempat makanan masuk."
Bapak.. Nuni keinget terus, bapak kalo ngomong tuh "............,Nak"
Ada "Nak"nya, hehe :)
Oiya, makam bapak di jatiwaringin, bareng mbah sama pade
Ceritain tentang mama nuni nisa mail ya pak nanti ke mbah sama pade :D
Bapak inget gak waktu tes masuk incen di man 4?
Kita ujan-ujanan ya pak. Abis shubuh. Hahahhaa kenangan <3
Pak, nuni cerita banyak banget yaa?
Nanti nuni cerita lagi yaa, lewat do'a..
Jadi bapak tagih aja sama Allah nuni cerita apa aja sama Allah lewat do'a.
Nuni sayang bapak selamanyaa bapak terbaik di dunia.
Semoga nuni bisa wujudin cita-cita bapak yaa :)
Selamat jalan, bapakku tercintaaa, imam paling gagah yang pernah nuni punya.



Selasa, 02 September 2014

Aki The Explorer

     Kampung saya di Kabupaten Subang, tepatnya di Kampung Pengkolan. Pengkolan hanya kampung kecil, tapi didominasi oleh persawahan. Sawahnya luas membentang, padinya tumbuh subur karena irigasi yang teratur. Di sana, tempat ayah saya dilahirkan 42 tahun yang lalu. Kampung itu adalah tempat saya bolak-balik pulang kampung, alias mudik. Kampung itulah tempat kakek saya tinggal, kakek yang biasa saya panggil dengan panggilan "aki". Aki adalah panggilan kakek dalam bahasa Sunda. Usia aki sudah lewat dari 80 tahun, mungkin sekitar 83 atau 84 tahun. Tubuhnya masih kuat berjalan, meski kurus yang menampakkan urat-uratnya. Tapi aki masih suka bersawah. Bangun pagi lalu pergi membawa botol penyemprot berisi air ke sawah. Terkadang mengajak, "siapa yang mau ikut ke sawah?". Saya, cucu keempatnya, dan kedua adik saya bersemangat untuk ikut aki ke sawah.
     Aki suka bercerita, walaupun tidak terlalu sering, saya juga senang mendengar cerita beliau. Beliau lebih sering bercerita dongeng, apalagi saat saya masih duduk di bangku SD. Dongeng Bosetek, Kabayan, dongeng lainnya saya tidak tahu apa judulnya. Aki bisa dibilang seorang traveler saat masih muda. Beliau tahu betul kondisi Jakarta sebelum padat seperti sekarang. Beliau juga tahu Bekasi, kota tempat saya tinggal sekarang. Bahkan, kira-kira lima tahun yang lalu, saya pernah ikut beliau ke Bintaro menggunakan transportasi angkutan umum. Sepanjang jalan, mata beliau naik, mengingat-ingat jalan dan tempat. Sepatah dua patah kata keluar dari mulutnya, bercerita yang intinya, "dulu Jakarta tidak seramai ini". Aki yang memimpin perjalanan sampai akhirnya tiba di depan sebuah rumah. Rumah itu tidak terlalu besar, tidak juga kecil. Saat pemilik rumah tersebut keluar, ia benar-benar menyambut kedatangan kami. "Ahmad anaknya udah tiga, yaa?", begitu kata yang saya ingat, pertanyaan itu ditanyakan pada ayah saya. Lantas saya bertanya pada ibu saya, "Mah, itu siapa?". Tapi ternyata, ibu saya pun tidak tahu siapa pemilik rumah ini. "Mungkin saudaranya Bapak", begitu jawab Ibu. Karena penasaran, saya kembali bertanya pada ayah saya, kemudian beliau menjawab bahwa orang tersebut adalah sepupunya. Sebulan yang lalu, saya dan keluarga saya berekreasi ke daerah Cikarang. Di tengah perjalanan, ayah saya berhenti di depan sebuah rumah. "Itu rumah kenalannya aki", begitu katanya. Saya jadi bisa menyimpulkan, mungkin aki tahu daerah Kota Jakarta dan Bekasi karena memiliki kenalan yang banyak. 
     Saya punya hobi mendaki gunung, bersama teman-teman dan seorang guru di SMP saya dulu. Beberapa bulan sebelum mendaki, aki menceritakan pengalamannya yang juga mendaki gunung bertahun-tahun yang lalu. Ya, mungkin saya dapat hobi itu dari hasil "ketularan". 

TO BE CONTINUED

------- Satu hal lagi yang membuat saya tercengang, saat saudara sepupu saya akan menikah dan mengadakan resepsi, aki meminta saudara saya mengirimkan undangan ke nama dan alamat yang beliau sebutkan. Saat saya tanya, beliau menjawab, "itu temen aki, kenalan aki, ada juga saudara jauh." Maka pelajaran yang bisa saya ambil adalah, "Carilah teman sebanyak-banyaknya dan berkelilinglah keluar dari daerah asalmu selama masih sanggup." 

Tugas Sejarah, BAB Penelitian Sejarah, Pak Ipik Ernaka, Family History, Aisyah Nuraeni, Aki The Explorer.