You are awesome.

Kamis, 08 Januari 2015

Indonesia Pada Masa Praaksara

ZAMAN BATU

Zaman batu dimulai kurang lebih pada tahun 590.000 SM. Peralatan yang digunakan oleh manusia pada zaman ini terbuat dari batu. Itulah sebabnya zaman ini disebut zaman batu. Zaman batu dibagi menjadi 4. Berikut urutannya dan peninggalan-peninggalan dari zaman batu : 

1. PALEOTHIKUM ( ZAMAN BATU TUA)

Kapak Perimbas yang pertama kali ditemukan oleh Von Koenigswald di Pacitan, pada tahun 1935. Selain di Pacitan, kapak perimbas juga ditemukan di beberapa daerah di Indonesia lainnya, seperti di Sukabumi (Jawa Barat), Gombong (Jawa Tengah), Lampung, dan Bali.

Kapak Genggam yang digunakan untuk menggali umbi, memotong, dan menguliti binatang.



Pithecantropus Erectus (phitecos = kera, Antropus Manusia, Erectus berjalan tegak) ditemukan di daerah Trinil, pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi, tahun 1891 adalah manusia purba yang hidup di zaman Paleothikum, manusia pada zaman ini hidup dengan berburu dan meramu (food gathering). Laki-laki memburu hewan untuk dijadikan makanan, dan perempuan yang mengolahnya menjadi makanan. Fosil lainnya yang ditemukan adalah Pithecanthropus Majokertensis (foto sebelah kanan), ditemukan di daerah Mojokerto dan Pithecantropus Soloensis ditemukan di Solo.

2. MESOZOIKUM ( ZAMAN BATU TENGAH MADYA )

Ilustrasi gambar di atas menggambarkan manusia yang hidup di zaman mesozoikum berburu makanan, sama seperti kebiasaan manusia pada zaman sebelumnya, paleothikum.


 

Ilustrasi di atas menggambarkan manusia pada zaman mesozoikum tinggal di gua-gua atau yang biasa disebut dengan Abris Sous Roche.





Mata panah biasa disebut pipisan. Pipisan adalah salah satu alat yang digunakan oleh manusia pada zaman mesolithikum. Pipisan ini digunakan untuk mengupas makanan dan menghaluskan cat merah (berasal dari tanah merah).

3. NEOLITHIKUM ( ZAMAN BATU MUDA) 



Neolithikum merupakan suatu masa di mana alat-alat kehidupan manusia dibuat dari batu yang sudah dihaluskan, serta bentuknya lebih sempurna dari zaman sebelumnya. Gambar yang sebelah kiri merupakan gambar dari kapak persegi yang terbuat dari batu kalsedon. Gambar yang sebelah kanan merupakan gambar dari kapak lonjong yang juga terbuat dari batu. Kapak lonjong berukuran besar dinamakan walzenbeil, sedangkan yang berukuran kecil dinamakan kleibeil.



Pada zaman neolithikum, manusia yang hidup pada zaman tersebut hidup dengan tidak lagi terlalu sering berpindah tempat tinggal atau yang biasa disebut semi-sedenter ( mulai menetap ). Tetapi kebanyakan dari mereka masih bertahan hidup di dekat sungai atau laut sebagai sumber air. Mereka hidup dengan berkelompok yang terdiri dari banyak keluarga.



4. MEGALITHIKUM ( ZAMAN BATU BESAR )

Megalitikum merupakan kebudayaan yang menghasilkan bangunan-bangunan monumental yang terbuat dari batu-batu besar. Bangunan megalitikum ini dipergunakan sebagai sarana untuk menghormati dan pemujaan terhadap roh-roh nenek moyang. Peninggalan megalitikum hampir menyebar di seluruh wilayah nusantara, bahkan sampai sekarang pun masih ditemukan tradisi megalitikum seperti di Pulau Nias, Sumba, Flores, dan Toraja. Hasil-hasil kebudayaan zaman batu besar adalah sebagai berikut:
a. Menhir
Istilah menhir diambil dari bahasa Keltik dari kata men (batu) dan hir (panjang). Menhir biasanya didirikan secara tunggal atau berkelompok sejajar di atas tanah. Diperkirakan benda prasejarah ini didirikan oleh manusia prasejarah untuk melambangkan phallus, yakni simbol kesuburan untuk bumi. Menhir adalah batu yang serupa dengan dolmen dan cromlech, merupakan batuan dari periode Neolitikum yang umum ditemukan di Perancis, Inggris, Irlandia, Spanyol dan Italia. Batu-batu ini dinamakan juga megalith (batu besar) dikarenakan ukurannya. Mega dalam bahasa Yunani artinya besar dan lith berarti batu. Para arkeolog mempercayai bahwa situs ini digunakan untuk tujuan religius dan memiliki makna simbolis sebagai sarana penyembahan arwah nenek moyang. Tak hanya di luar negeri, Indonesia juga bisa ditemukan menhir, beberapa diantaranya adalah Pasemah (Sumatera Selatan), Sulawesi Tengah dan Kalimantan. Untuk mengetahui bentuk-bentuk menhir, Bangunan menhir yang dibuat oleh masyarakat prasejarah tidak berpedoman kepada satu bentuk saja karena bangunan menhir ditujukan untuk penghormatan terhadap roh nenek moyang.

b.       Punden Berundak-undak
Kata "punden" (atau pundian) berasal dari bahasa Jawa. Kata pepunden yang berarti "objek-objek pemujaan" mirip pengertiannya dengan konsep kabuyutan pada masyarakat Sunda. Dalam punden berundak, konsep dasar yang dipegang adalah para leluhur atau pihak yang dipuja berada pada tempat-tempat tinggi (biasanya puncak gunung). Istilah punden berundak menegaskan fungsi pemujaan atau penghormatan atas leluhur, tidak semata struktur dasar tata ruangnya. Punden berundak atau teras berundak adalah struktur tata ruang bangunan yang berupa teras atau trap berganda yang mengarah pada satu titik dengan tiap teras semakin tinggi posisinya. Struktur ini kerap ditemukan pada situs kepurbakalaan di Nusantara, sehingga dianggap sebagai salah satu ciri kebudayaan asli Nusantara. Struktur dasar punden berundak ditemukan pada situs-situs purbakala dari periode kebudayaan Megalit-Neolitikum pra-Hindu-Buddha masyarakat Austronesia, meskipun ternyata juga dipakai pada bangunan-bangunan dari periode selanjutnya, bahkan sampai periode Islam masuk di Nusantara. Punden Berundak pada zaman megalitik selalu bertingkat tiga yang mempunyai makna tersendiri. Tingkat pertama melambangkan kehidupan saat masih dikandungan ibu, tingkat kedua melambangkan kehidupan didunia dan tingkat ketiga melambangkan kehidupan setelah meninggal.

c. Millenarisme, Kepercayaan terhadap punden berundak.
Candi-candi di gunung Penanggungan (yang seluruhnya ada 80 candi) dibangun dengan “menempelkan” bagian belakang candi ke lereng gunung. Jadi, candi hanya bisa dilihat dari depan. Di bagian tengah candi terdapat tangga naik. Mirip Punden Berundak. Candi dibangun berteras-teras. Biasanya 2-3 teras. Di puncak teras, tepat ditengah-tengah terdapat sebuah altar. Bahkan, ada pula candi yang dihias dengan relief-relief cerita Panji dan dilengkapi dengan Goa-Goa Pertapaan, seperti Candi Kendalisodo yang merupakan Masterpiece candi di Gunung Penanggungan.

d.       Batu Pokekea
Wilayah behoa merupakan tempat menancapnya situs megalit pokekea, yang berada di Sulawesi Tengah, kabupeten poso, lore tengah dan dikenal dengan ngamba behoa. Jarak antara behoa dengan kota poso ±100 km. Batu purba ini berada pada ketinggian 200 km dari permukaan laut. Pokekea merupakan cagar budaya di sulawesi tengah yang masih menyimpan misteri tentang sejarah peradaban di behoa, Batu-batu yang digunakan di situs megalith pokekea di perkirakan sudah berumur 2000 tahun. Situs ini merupakan salah satu cagar budaya (Archa), peninggalan nenek moyang tobehoa pada zaman prasejarah. Hal ini nyata, dimana memperlihatkan bentuk kehidupan masyarakat  pada zaman megalitikum yang penuh dengan mitos pada konon masyarakat behoa. Dari sekian banyaknya patung, ada yang bernama patung Tadulako. Patung ini berada di lembah Besoa, Desa Doda, Lore Tengah, Sulawesi Tengah. Tadulako artinya panglima perang. Batu ini tingginya sekitar 2 meter, berbentuk agak lonjong, dengan gambaran wajah dan mata agak miring. Karena tidak diketahui asal-usulnya, penduduk setempat menciptakan beberapa legenda tentang arca ini. Konon, arca ini  adalah seorang panglima perang. Karena suatu kesalahan, ia dikutuk menjadi batu.
e.       Dolmen
Domen ini merupakan sebuah media atau peralatan yang dipergunakan untuk mengadakan upacara pemujaan terhadap roh nenek moyang. Pada umumnya, Dolmen terbuat dari batu yang berfungsi sebagai tempat meletakkan saji-sajian untuk pemujaan. Adakalanya di bawah dolmen dipakai untuk meletakkan mayat, agar mayat tersebut tidak dapat dimakan oleh binatang buas maka kaki mejanya diperbanyak sampai mayat tertutup rapat oleh batu.



ZAMAN LOGAM

Mengapa dinamakan zaman logam? Karena pada zaman ini, manusia yang hidup pada zaman tersebut telah menghasilkan peralatn dari logam. Hal tersebut dapat dilihat melalui sisa-sisa kerangka manusia yang ditemukan di berbagai tempat, seperti di daerah Anyer Lor ( Jawa Barat ), Puger ( Jawa Timur ), Gilimanuk ( Bali ), dan Melolo ( Sumba). Berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti pembuatan benda-benda dari logam. Namun, tidak semua orang pada zaman ini ahli dalam membuat logam. Muncullah golongan undagi (golongan yang terampil dalam melakukan suatu jenis usaha). 
Zaman logam dibagi menjadi 3 babakan, yakni:

1. ZAMAN TEMBAGA

Pada zaman tembaga, manusia baru mengenal peralatan dari logam. Namun, peralatan dari tembaga ini tidak ditemukan di Indonesia. Peralatan yang terbuat dari tembaga ini berkembang di Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.

2. ZAMAN PERUNGGU

Munculnya kepandaian mempergunakan bahan logam, tentu dikuti dengan kemahiran teknologi yang disebut perundagian, karena logam tidak dapat dipukul-pukul atau dipecah seperti batu untuk mendapatkan alat yang dikehendaki, melainkan harus dilebur terlebih dahulu baru kemudian dicetak.
Teknik pembuatan alat-alat perunggu pada zaman prasejarah terdiri dari 2 cara yaitu:

a. Teknik a cire perdue atau cetakan lilin, caranya adalah membuat bentuk benda yang dikehendaki dengan lilin, setelah membuat model dari lilin maka ditutup dengan menggunakan tanah, dan dibuat lubang dari atas dan bawah. Setelah itu dibakar, sehingga lilin yang terbungkus dengan tanah akan mencair, dan keluar melalui lubang bagian bawah. Untuk selanjutnya melalui lubang bagian atas dimasukkan cairan perunggu, dan apabila sudah dingin, cetakan tersebut dipecah sehingga keluarlah benda yang dikehendaki.


b. Teknik bivalve atau setangkap, caranya yaitu menggunakan cetakan yang ditangkupkan dan dapat dibuka, sehingga setelah dingin cetakan tersebut dapat dibuka, maka keluarlah benda yang dikehendaki. Cetakan tersebut terbuat dari batu ataupun kayu.

Peralatan yang dihasilkan pada zaman perunggu, sebagai berikut:
a. Kapak Corong
Pada dasarnya bentuk bagian tajamnya kapak corong tidak jauh berbeda dengan kapak batu, hanya bagian tangkainya yang berbentuk corong. Corong tersebut dipakai untuk tempat tangkai kayu .
Kapak corong disebut juga kapak sepatu, karena seolah-olah kapak disamakan dengan sepatu dan tangkai kayunya disamakan dengan kaki.

b. Candrasa
Bentuk candrasa hampir mirip dengan kapak corong, tetapi panjang di salah satu sisinya. Candrasa dianggap sebagai tanda kebesaran kepala suku pada saat upacara.



c. Nekara

Nekara adalah benda yang mirip dengan genderang besar, seperti dandang (tempat menanak nasi dalam bahasa Jawa) yang terbalik. Di daerah asalnya Dongson, pemilikan nekara merupakan simbol status, sehingga apabila pemilikya meninggal, maka dibuatlah nekara tiruan yang kecil yang dipakai sebagai bekal kubur. Sedangkan di Indonesia nekara hanya dipergunakan waktu upacara-upacara saja antara lain ditabuh untuk memanggil arwah/roh nenek moyang, dipakai sebagai genderang perang dan dipakai sebagai alat memanggil hujan. Daerah penemuan Nekara di Indonesia antara lain, pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Sumbawa, Pulau Sangean, Pulau Roti dan pulau Kei serta pulau Selayar.
Adapun moko, yaitu nekara dengan ukuran kecil dan lebih ramping.

d.  Arca Perunggu
Arca perunggu/patung yang berkembang pada zaman logam memiliki bentuk beranekaragam, ada yang berbentuk manusia, ada juga yang berbentuk binatang. Pada umumnya arca perunggu bentuknya kecil-kecil dan dilengkapi cincin pada bagian atasnya. Adapun fungsi dari cincin tersebut sebagai alat untuk menggantungkan arca itu sehingga tidak mustahil arca perunggu yang kecil dipergunakan sebagai Liontin/bandul kalung. Daerah penemuan arca perunggu di Indonesia adalah Bangkinang (Riau), Palembang (Sumsel) dan Limbangan (Bogor).



e. Bejana Perunggu
Bejana perunggu di Indonesia ditemukan di tepi Danau Kerinci (Sumatera) dan Madura, yang bentuknya seperti periuk tetapi langsing dan gepeng. Kedua bejana yang ditemukan mempunyai hiasan yang serupa dan sangat indah berupa gambar-gambar geometri dan pilin-pilin yang mirip huruf J. Hingga kini, fungsi bejana perunggu tidak diketahui secara pasti, kemungkinan disebabkan penemuan bejana yang terbatas maka mempersulit penyelidikan tentang fungsi bejana dalam kehidupan masyarakat prasejarah.


f. Perhiasan dari perunggu
Jenis perhiasan dari perunggu yang ditemukan sangat beragam bentuknya yaitu seperti kalung, gelang tangan dan kaki, bandul kalung dan cincin. Di antara bentuk perhiasan tersebut terdapat cincin yang ukurannya kecil sekali, bahkan lebih kecil dari lingkaran jari anak-anak. Untuk itu para ahli menduga fungsinya sebagai alat tukar (mata uang).
Daerah penemuan perhiasan perunggu di Indonesia adalah Bogor, Malang dan Bali.

3. ZAMAN BESI

Pada zaman besi, manusia telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi.
Alat-alat yang ditemukan adalah Mata kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu. Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan;  Mata pisau; Mata pedang; Cangkul, dll.

Jenis-jenis benda tersebut banyak ditemukan di Gunung Kidul (Yogyakarta), Bogor, Besuki dan Punung (Jawa Timur). Akan tetapi hasil kebudayaan dari jaman besi yang diketemukan di Indonesia sangat sedikit. Tidak terlalu banyak seperti peninggalan kebudayaan perunggu maupun dari jaman batu. Hal ini dikarenakan sifat besi yang mudah berkarat.


UNIK! 

Temuan dari Indonesia Masuk 10 Terobosan Besar Ilmu Pengetahuan Tahun 2014

Penemuan dari Indonesia itu adalah lukisan tertua di dunia di Leang Timpuseng, kawasan karst Maros, Sulawesi. Publikasi di jurnal Nature pada 9 Oktober 2014 lalu menyatakan bahwa lukisan itu adalah stensil tangan tertua di dunia. 

Baca selanjutnya di sini


---------------------------------- Terima Kasih :) -------------------------------------------

Sources:
Alfian, Magdalia. 2007. Sejarah: untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: ESIS

Sabtu, 22 November 2014

Mencicip Nikmat

In the name of Allah, The Most Gracious, The Most Merciful.

First, thank you to My Lord, My One and Only, Allah Subhanahu Wata'alaa who has given me a chance to stay alive. Even my hero has gone, but his love will never burried. (I can feel that ofc). Alhamdulillah..
Lahir 5 Mei 1999 sebagai anak pertama dari 3 bersaudara. Memiliki sesosok ayah yang sudah menghadap-Nya sejak 29 September lalu, seorang ibu yang luar biasa tegarnya, adik perempuan yang cantik, dan adik laki-laki sebagai pelindung keluarga kelak ketika dewasa. 
Kini bersekolah di Man Insan Cendekia Serpong, Tangerang. Kembali lagi bersekolah asrama setelah berasrama juga di sekolah sebelumnya, SMPIT Iqro. Alhamdulillah, saya bersekolah di sini karena banyak faktor. Bukan hanya usaha dan do'a saya. Tapi juga dukungan almarhum ayah, dan ibu saya. Dukungan teman-teman dan sanak saudara. Do'a-do'a terpanjatkan setiap selesai solat.
Jujur saja, saya bukan tipe orang yang suka belajar 'anteng' di meja belajar. Saya juga bukan tipe orang yang sering tidur malam akibat belajar. Bukan juga tipe orang yang sangat terpuruk jika mendapat nilai kurang dari standar. Saya pikir saya orang yang santai, sangat santai bahkan. Tapi kalau ada yang serius, saya juga serius. Teman-teman saya di asrama sering belajar, ada yang sampai tengah malam, ada yang membawa buku kemana-mana, tapi ada juga sih yang baru belajar subuh harinya. 
Saya masuk jurusan IIS, atau IPS. Karena ternyata bidang saya adalah sosial dan seni. Mungkin karena itu juga saya jadi santai(?). Orang tua saya tidak pernah mendoktrin saya dengan doktrin-doktrin berat. Kamu harus ini, kamu harus itu. Mereka lebih memberi saya kebebasan. Kebebasan yang masih diawasi. Bukan bebas berarti sangat semaunya. Kalau saya salah, saya dimarahi. Mereka selalu menyontohkan apa yang seharusnya saya lakukan, misal, ketika meja belajar saya berantakan, mereka membereskannya, barulah saya sadar, ooh saya harus membereskannya sendiri. Ayah saya selalu solat tepat waktu, setelah adzan, ambil wudhu, lalu mengajak berjamaah, kalau saya ga ikut jamaah, ayah saya tidak marah. Karena mereka percaya, anak-anaknya sudah besar, bisa membedakan mana yang baik, mana yang buruk. Mana yang pantas dicontoh, mana yang tidak. Satu hal yang saya sangat ingat, mereka hanya membolehkan saya menginap di rumah teman, setahun sekali. Mereka pikir, kita sudah punya rumah, kenapa harus nginep di rumah orang? Ayah saya pasti jemput saya mau jam berapapun itu. Ayah saya selalu menghindari saya berangkat sendiri, bukannya saya tidak diinginkan mandiri, melainkan rawan anak perempuan kemana-mana sendiri.
Kalau saya ingin sesuatu, saya bilang orang tua saya. Besoknya? Langsung ada. Dituruti kalau memang itu kebutuhan sekolah atau kebutuhan lainnya. Kesukaan saya terhadap menulis dan menggambar juga tidak dibatasi. Kecuali, barang-barang mahal, saya diwajibkan untuk menabung terlebih dahulu. Katanya, agar bisa menghargai uang, menghargai barang sendiri, menjaga barang sendiri. 
I'm so thankful that I have a lot of amazing teachers. Mulai dari tk sampai SMA ini. Sosok Miss Yuna, guru bahasa inggris saya di SMA membuat saya semakin cinta bahasa dan sastra inggris. Beliau amat sangat disiplin, tetapi ramah. Bicara soal bahasa inggris, terpikir lagi, saya ingin mengambil kuliah sastra inggris, insya Allah. Saya sempat ingin mengambil langsung ke luar negeri. Tapi setelah saya pikir-pikir, apa salahnya di rumah sendiri dulu? Indonesia juga punya universitas-universitas kece. Pilihan kedua, Komunikasi. Saya suka berbicara dengan orang, tapi saya butuh latihan jika berbicara di depan orang banyak. Public speaking saya kurang. 
Sewaktu SMP saya mendapat banyak kesempatan untuk pengalaman baru. Mulai dari pergi ke Jogja-dengan social event, Merapi Program 3&4- sampai naik gunung dan ke negara tetangga. Alhamdulillah..
24 NOV 2014, waktunya UAS SEMESTER 1. BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM :D

Intinya, Fabiayyi 'aala i robbikuma tukadzdzibaan? :)
Apakah ada alasan untuk tidak bersyukur?
Pasti selalu ada alasan untuk bersyukur.

notes: tulisan ini sama sekali tidak berniat riya ataupun sombong. saya harap ada pelajaran yang bisa diambil dari artikel saya kali ini. 

Sejarah Aksara Mesir

Tulisan



Tulisan hieroglif terdiri dari sekitar 500 simbol. Sebuah hieroglif dapat mewakili kata atau suara. Simbol yang sama dapat menyajikan tujuan yang berbeda dalam konteks yang berbeda pula. Hieroglif adalah aksara resmi, digunakan pada monumen batu dan kuburan. Pada penulisan sehari hari, juru tulis membuat tulisan kursif, yang disebut keramat. Tulisan kursif ini lebih cepat dan mudah. Sementara hieroglif formal dapat dibaca dalam baris atau kolom di kedua arah (walaupun biasanya ditulis dari kanan ke kiri), aksara keramat selalu ditulis dari kanan ke kiri, biasanya pada baris horisontal. Sebuah bentuk baru penulisan, demotik, menjadi gaya penulisan umum, dan inilah bentuk tulisan -bersama dengan hieroglif formal - yang menyertai teks Yunani di Batu Rosetta.

Hieroglif Mesir dari bahasa Yunani ἱερογλύφος "ukiran suci", dalam bahasa Inggris hieroglyphic = τὰ ἱερογλυφικά [γράμματα]) adalah sistem tulisan formal yang digunakan masyarakat Mesir kuno yang terdiri dari kombinasi elemen logograf dan alfabet. Hieroglif Mesir merupakan salah satu sistem penulisan paling tua yang dikenal manusia. Beberapa dari tulisan tersebut berasal dari tahun 3000 sebelum masehi dan telah digunakan oleh bangsa Mesir selama lebih dari 3000 tahun. Masyarakat Mesir menggunakan hieroglif kursif untuk sastra keagamaan pada papirus dan kayu. Adapula variasi formal tulisan yang lebih kecil, yang disebut hieratik dan demotik, namun secara teknis tulisan tersebut bukan merupakan hieroglif.

Hieroglif Mesir dibagi menjadi 2:

Logogram 

Hieroglif digunakan sebagai logogram untuk menegaskan suatu objek yang merupakan sebuah gambar. Untuk itu logogram merupakan benda biasa yang sering digunakan. Dalam teori, seluruh hieroglif memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai logogram. Logogram dapat ditemani dengan pelengkap fonetis.

Semagram

Determinatives atau semagram (simbol semantik yang menentukan makna) ditempatkan di akhir dari sebuah kata. Karakter ini bertujuan untuk mengklarifikasi tentang apakah sebuah kata itu, seperti homofonik glyphs.

     Pada awalnya, orang Mesir menggunakan bentuk gambar tulisan yang kasar, seperti yang digunakan oleh suku-suku primitif di seluruh dunia. Hieroglif adalah gambar yang masing-masing mewakili objek alamiah. Matahari digambarkan sebagai piringan, bulan digambarkan dengan bulan sabit, air digambarkan oleh garis gelombang, orang dengan bentuk orang, dan lain sebagainya. Akan tetapi, tulisan gambar ini tidak dapat mewakili kata-kata atau benda-benda yang tidak dapat dilihat mata seperti pikiran, cahaya, dan hari. Sehingga hieroglif pun lebih dianggap sebagai simbol ide daripada sebuah gambar objek. Piringan dapat juga berarti ‘hari’, bukan hanya berarti matahari. Ide-ide ini disebut dengan ‘ideogram’. Perkembangan hieroglif selanjutnya adalah menggunakan gambar, lebih untuk mewakili bunyi daripada untuk mewakili objek sesungguhnya. Misalnya, sebuah gambar lebah dapat bukan berarti serangga, melainkan merujuk pada kata ‘lebah’. Daun dapat memiliki arti ‘percaya’ (kita gunakan kata dalam Bahasa Indonesia untuk memudahkan dalam menunjukkan bagaimana cara kerjanya). Hieroglif seperti itu, yang digunakan sebagai bunyi, dikenal dengan nama ‘fonogram’. Belakangan, orang Mesir dapat menulis kata apa saja yang mereka kenal, baik kata itu berarti sesuatu yang dapat mereka gambarkan atau tidak. Dari fonogram tersebut mereka mengembangkan satu seri tanda, masing-masing mewakili satu huruf. Dalam penulisan, orang Mesir hanya menggunakan huruf konsonan (huruf mati) saja. Misalnya, kata ‘minum’ hanya akan ditulis ‘mnm’ (tentunya dengan menggunakan tulisan Mesir). Orang Mesir juga terus menggunakan simbol-simbol lama dalam tulisan mereka seperti ideogram, fonogram, dan picturegram (tulisan gambar) semuanya digabungkan. Seiring berjalannya waktu, tulisan tersebut menjadi sangat rumit sehingga tidak mudah dimengerti oleh orang awam.



Sistem Penulisan

Penulisan hieroglif dapat dimulai dari kanan ke kiri, kiri ke kanan, atau dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas, tetapi biasanya dimulai dari kanan ke kiri (seperti dalam penulisan Arab, walaupun dalam penulisan formal zaman sekarang ini menggunakan kiri ke kanan).

NAHHHH INI DIA YANG SERU :D

Bagi anda yang mau tahu, bagaimana sih penulisan nama anda dalam pictogram mesir? :D CEKIDOT!
http://discoveringegypt.com/egyptian-hieroglyphic-writing/hieroglyphic-typewriter/

Hieroglif Mesir Kuno

Hieroglif Pertanian Mesir Kuno

Yuk, Cek Penulisan Nama Anda! :D

didukung oleh: www.wikipedia.org



Kamis, 20 November 2014

Mom and Dad

She's my friend, my bestfriend, my real friend, my chef, my teacher, my advisor, my spirit, my love, my dad, my mom. She's strong, beautiful, and her kindness? Uncountable. She's just like an angel. Like a fairy. My rainbow, my whole world.
Mom, I promise, I'll be standing tall someday, to make you proud, to make you happy. See? I'm your first daughter, and I'm so glad that Allah gave me Mom like you. May Allah always give His graces to you, indeed, He's merciful and forgiveness. Allah doesn't sleep, Mom. Never. He always hear, always. You're my mom, and also my dad. I love you, somuch than you've ever known.
Mom, you're always be there for me. I never wonder how will be i am without you. Please, stay. I need you, always. You're the best mom ever! 

Kamis, 23 Oktober 2014

Folklore - Sejarah

     Legenda Puteri Kaca Mayang ini berasal dari Pekanbaru, Riau. Legenda ini menceritakan seorang raja bernama Raja Gasib , yang memiliki puteri cantik yang bernama Puteri Kaca Mayang. Namun, puteri cantiknya itu belum juga dipinang seorang lelaki karena para raja lainnya segan karena Raja Gasib memiliki panglima yang amat gagah, bernama Panglima Gimpam. Suatu hari, Raja Aceh memberanikan diri untuk meminang Puteri Kaca Mayang dan mengutus 2 orang sebagai utusannya. Namun, Raja Gisab menolak pinangan tersebut dan mengatakan bahwa puterinya tidak siap menikah. Lalu terjadi perlawanan dari Raja Aceh. Raja Aceh. Pasukan Raja Aceh memorak-mandakan kerajaan Gasib dan berhasil mengambil paksa Puteri Kaca Mayang. Panglima Gimpam tidak tinggal diam, ia melakukan perlawanan ke Kerajaan Aceh. Raja Aceh menggunakan dua gajah besar untuk menahan dan melawan Panglima Gimpam. Tetapi, karena keberaniannya, Panglima Gimpam mampu menjinakkan dua gajah tersebut. Raja Aceh sangat takjub akan keberanian Panglima Gimpam lalu mengembalikan Puteri Kaca Mayang ke tangan Panglima Gimpam. Tetapi, Puteri Kaca Mayang kembali tidak dengan keadaan sehat, melainkan sakit parah yang tidak tahu apa obatnya. Di perjalanan, Puteri Kaca Mayang menghembuskan nafas terakhirnya. Saat sampai di Kerajaan Gasib, Panglima Gimpam dan Puteri Kaca Mayang disambut oleh duka mendalam. Seluruh kerajaan berkabung. Dipukul rasa duka yang amat membuatnya kesepian, Raja Gasib meninggalkan kerajaannya untuk sementara dan mengutus Panglima Gimpam sebagai raja sementara. Namun, tak berlangsung lama, Panglima Gimpam pun berniat meninggalkan kerajaan itu. Sifatnya yang setia, membuat Panglima Gimpam tidak ingin menikmati di atas kesedihan dan penderitaan orang lain, apalagi rajanya. Ia tidak mau mengambil milik orang lain walaupun kesempatan di depan matanya. Akhirnya, atas kehendaknya sendiri, Panglima Gimpam meninggalkan kerajaan dan membangun sebuah kampung yang dinamakan Pekanbaru. Hingga kini, nama itu dipakai untuk nama ibu kota Provinsi Riau, yaitu Pekanbaru. Sementara, makam Panglima Gimpam masih dapat kita saksikan di Hulu Sail, sekitar 20 km dari Kota Pekanbaru.

Analisis folklore : Cerita ini berasal dari Riau. Cerita ini menyampaikan nilai moral yaitu sifat setia dan tidak mengambil apa yang bukan miliknya. Orang tua Melayu mengatakan, "yang hak berpunya, yang milik bertuan". Dalam ungkapan adat juga disebutkan, "hak orang kita pandang, milik orang kita kenang, pusaka orang kita sandang", yang maksudnya adalah hak dan milik orang wajib dipandang, dikenang, dipelihara, dihormati, dan dijunjung tinggi. Orang tua melayu juga senantiasa mengingatkan anak kemenakan ataupun anggota masyarakatnya untuk tidak menuruti hawa nafsu dan serakah.

apa tanda orang terkutuk,
mengambil milik orang ia kemaruk
apa tanda orang celaka,
mengambil hak orang lain semena-mena

Thank's to this source : http://melayuonline.com/ind/culture/dig/1698/puteri-kaca-mayang-asal-mula-kota-pekanbaru

Selasa, 30 September 2014

Nuni panggil, "Bapak"

Tepat kemarin, Senin, 29 September 2014.
Bisa dibilang hari terburuk nuni.
Hari di mana satu sosok paling penting itu pergi.
Yang biasa mengingatkan solat dan tilawah qur'an.
Yang selalu menyemangati dengan senyum terhangatnya.
Yang memeluk layaknya pelukan beruang.
Yang terakhir kulihat 2 minggu lalu.
Yang menelfonku di asrama 3 hari yang lalu.
Masih terngiang kata-katanya.
Kata-kata yang menyiratkan rindu tetapi membangkitkan semangat.
Suara imam sholat, suara lantunan qur'an setelah shubuh. 
Harapan-harapannya masih menggantung tinggi.
Meninggalkan mama dan 3 anak tercinta.
Pergi kemarin pagi, fiisabilillah mencari nafkah.
Tega sekali takdir berkata, kecelakaan motor dengan motor dahsyat terjadi.
Kecelakaan yang membuat segalanya berubah.
Tega sekali yang menabraknya.
Tega sekali pagi itu, Ya Allah.
Kau panggil beliau begitu cepat.
Sadar, tidak sadar. Terima, tidak terima.
Helmet yang dipakainya terlempar, kepalanya luka parah.
Sungguh beginikah takdirnya, Ya Allah?
Beginikah tragisnya.
Kau cabut ia setelah bibir itu kaku mengikuti alunan syahadat.
Tapi mengetahui telah mengikuti alunannya saja, lega rasanya.
Bapak.. Nuni masih mau cerita banyak sama bapak.
Oiya, kemaren, keluarga-keluarga sama temen-temen smp nuni, temen kantor bapak, kesini loh pak. Semangatin mama, nuni, nisa, mail. Mereka baik banget yaa?
Bapak dianter orang banyak loh, padahal bapak cuma tidur.
Orang-orang pada do'ain bapak.
Mereka kaget, Pak. Temen bapak bilang, bapak orangnya baik, ramah, murah senyum, sehat segar bugar.
Bapak.. Nuni lemes banget waktu dikasih tau bu dini di perjalanan.
Nuni sadar banget bapak emang milik Allah.
Allah boleh sesuka-sukanya ambil bapak.
Oiya, kemaren nuni dianter pulang sama Bu Dini, Pak Huda, Bu Nova, Bu Arti, Pak Tri sama Pak Yopi. Sampe rumah loh, Pak. Mereka juga kuatin nuni.
Soalnya nuni anak pertama.
Pak, jujur aja nuni masih nangis. Tadi pagi abis sholat shubuh nuni baca yasin, mama disamping lagi berdo'a.
Suara nuni bergetar, lama-lama nangis. Keinget terus pesen bapak sama nuni.
"tetep semangat ya, Nak. bapak selalu do'ain teteh."
Itu percaakapan telfon terakhir yaa, Pak?
Alhamdulillah Allah masih ngasih waktu buat kita telfonan.
Bapak, nuni liatin foto bapak terus.
Pak, muka bapak bonyok. Badan bapak biru-biru.
Sakit banget ya, Pak?
Kaya mujahid mujahid Palestina yaa, cerah ganteng meski bonyok:)
Bapak, waktu mandiin bapak, darah dari kepala bapak masih ngucur.
Kepala bapak kok, dijait sih?
Bapak pake helm kan? Di-cekrek-in ga pak makenya?
Hmm, engga yaa? Makanya helmnya lepas.
Hehe bapak tuh ceroboh :)
Tapi mama nuni nisa mail tetep sayang!!! Sayang bangettttt
Tenang aja, Pak. Do'a buat bapak masih terus mengalir.
Bapak ninggalin anak-anak yang sholeh sholehah kok :)
Bapak lagi dimana sekarang? Nuni mau pesen mcd.
Hehehehe, pizza hut yang cheese semua.
McFlurry yaa, Pak.
Hehe, nuni masih bukain chat di hp bapak yang nuni nisa minta dibeliin makanan.
Hp bapak kok utuh sih?
Utuh loh, pak. Twitter bapak aja belom di logout :p
Pak.. Nuni sayang banget sama bapak.
Oiya, aki bilang, bapak ngeduluin aki nih.
Tau ih bapak mah, cepet banget, bapak belom liat nuni kuliah tau :(
Semalem, nuni keinget terus sama bapak.
Bapak suka bantuin mama nyetrika sambil nonton bola.
Teriakan "GOL" bapak, teriakan liat Valentino Rossi atau Pedrosa beraksi di motogp.
Kangen, Pak.. Hehe :)
Kata mama, bapak sempet bantuin mama ngepel yaa?
IIIIIIIII RAJIN!
Pak, kata mama, mama didatengin bapak yaa semalem?
Bapak elus-elus kepala mama.
Bapak minta maaf sama mama karena ga sempet pamit.
Ko ke nuni engga sih pak?
Malem ini, Oce Pak?
Hehee bapak kan suka bilang. "Oce?"
Hehee oce oce :D
Pak, depan rumah ada tenda.. Adakarangan bunga, tulisannya alm.ahmad.
Nuni coba banget ikhlas, Pak.
Kata mama, cita-cita bapak tuh sekolahin nuni nisa mail setinggi-tingginya dan nisa mail dimasukin ke sekolah islam terus kan?
Hehe, inshaa Allah ya, Pak.
Bapak terus do'ain makanya.
Bapak lagi jalan ke surga yaa?
Kalo udah sampe, nuni titip salam buat Allah.
Nanti kan bapak deket banget tuh ama Allah.
Do'ain yaa, Pak biar mama tenang, mama kuat.
Nuni ga enak deh pak sama mama.
Masa mama jagain nisa ama mail, nuni sendirian enak-enak di asrama?
Jauh pula.
Ah bapak, sering-sering yaa ke incen :)
Heehe, tapi guru-guru nuni baik banget ko pak :)
Tenang aja pak, nuni dididik di sana biar jadi terwujud impian bapak :)
Bapak.. Mama di-pause dulu tuh kateringnya.
Nisa lagi nyari kue-kue sama bude.
Bude andi, bude dwi, uwa, aki, pade ajis sm bude ajis nginep disini loh, Pak.
Hehehe temenin mama.
Pak, 2 Februari kan anniv bapak sm mama yaaa
Ciye ciyeee
Nanti nuni di IC tapi pak. Tenang aja, do'a :)
Cuma maut yah yang pisahin bapak sama mama :"
Nuni liat lagi foto pernikahan mama bapak.
Mama cantik banget, bapak ganteng banget.
Wiii sweet couple <3
Pak, yang tenang yaa di sana :)
Ciyee ketemu Allah duluan.
Pasang foto bapak ah.. Giginya putih banget :)
Bapak selalu ngingetin nuni buat ngerawat gigi.
"Kalo teteh sakit, berarti awalnya dari gigi.Gigi kan tempat makanan masuk."
Bapak.. Nuni keinget terus, bapak kalo ngomong tuh "............,Nak"
Ada "Nak"nya, hehe :)
Oiya, makam bapak di jatiwaringin, bareng mbah sama pade
Ceritain tentang mama nuni nisa mail ya pak nanti ke mbah sama pade :D
Bapak inget gak waktu tes masuk incen di man 4?
Kita ujan-ujanan ya pak. Abis shubuh. Hahahhaa kenangan <3
Pak, nuni cerita banyak banget yaa?
Nanti nuni cerita lagi yaa, lewat do'a..
Jadi bapak tagih aja sama Allah nuni cerita apa aja sama Allah lewat do'a.
Nuni sayang bapak selamanyaa bapak terbaik di dunia.
Semoga nuni bisa wujudin cita-cita bapak yaa :)
Selamat jalan, bapakku tercintaaa, imam paling gagah yang pernah nuni punya.