You are awesome.

Rabu, 26 Agustus 2015

Selasa, 25 Agustus 2015

Mengapa Mereka Memihak Belanda?

Gencar memang saat melihat nama tersebut dalam kolom bertuliskan "ketua delegasi Belanda" pada saat ditampilkan slide "Perjanjian Renville" oleh Pak Erwin, guru sejarah indonesia di sekolah saya.

"Kok namanya orang Indonesia, Jawa Jawa gitu?"
"Wah.. dia berkhianat!"
"Mungkin dia keturunan Belanda"
"Atau mungkin dia kewarganegaraan Belanda"
"Dibayar gede kali sama Belanda"

Kenapa? Kenapa? KENAPA?
Abdulkadir Wijoyoatmojo adalah seorang berpangkat Kolonel KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda), yang mana KNIL itu sendiri melayani pemerintahan Belanda namun beberapa dari anggotanya dari Indonesia. Abdulkadir Wijoyoatmojo termasuk yang memiliki pangkat tinggi yaitu kolonel karena hubungannya yang dekat dengan Belanda. Beliau dipercaya menjadi ketua delegasi Belanda dalam Perjanjian Renville yang diselenggarakan dan kemudian ditandatangani di Tanjung Priok, 17 Januari 1948 di atas kapal USS Renville milik Amerika Serikat. Kedekatannya dikarenakan beliau menjadi sekretaris kedutaan besar Belanda di Jeddah sejak tahun 1916. Abdulkadir Wijoyoatmojo juga menjabat sebagai kepala NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Begitulah asal-usul Abdulkadir Wijoyoatmojo menjadi ketua delegasi Belanda dan menandatangani perjanjian renville atas nama Belanda.

Abdulkadir Wijoyoatmojo dan negosiator Belanda (Vredenburch)  di atas kapal USS Renville
sumber:
http://www.gahetna.nl/collectie/afbeeldingen/fotocollectie/zoeken/start/10/weergave/detail/tstart/0/q/zoekterm/batavia/q/commentaar/1/f/Vervaardiger/Aneta
https://id.wikipedia.org/wiki/Abdulkadir_Widjojoatmodjo
https://id.wikipedia.org/wiki/Koninklijk_Nederlands-Indische_Leger

Lalu, bagaimana dengan Sultan Hamid II?
Jreng~
Beliau lah yang tidak lain dan tidak bukan tokoh hebat yang merupakan pencetus burung garuda sebagai lambang negara Republik Indonesia. Sultan Hamid II yang berasal dari Pontianak ini memiliki nama lahir Syarif Abdul Hamid Alkadrie. Siapa sangka, beliau memiliki darah Arab dan Indonesia dan kemudian menikah dengan wanita asli Belanda. Pendidikannya di Belanda, tamat hingga beliau mendapatkan pangkat letnan pada KNIL. Sultan Hamid II menyumbangkan idenya dalam mengganti pita merah putih yang pada awalnya dicengkram oleh burung garuda, menjadi pita putih yang kita biasa lihat sampai sekarang. Alasan beliau adalah "Bhineka Tunggal Ika". Namun, hubungan setelah adanya dialog intensif antara Sultan Hamid II, Bung Hatta dan Bung Karno tidak berjalan lama. Hal itu dikarenakan Sultan Hamid II bergabung dalam Pembantaian Westerling untuk kudeta anti-republik di Bandung dan Jakarta.
Karena beliau lah yang merupakan ketua delegasi BFO, sebuah organisasi kerjasama dari pemimpin negara-negara federal yang terbentuk pasca perjanjian Linggarjati dan Renville.
Mengapa beliau yang menjadi ketua BFO dalam KMB di Den Haag? Sultan Hamid II merupakan keturunan dari kesultanan Pontianak sekaligus kepala negara Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB). Setahun setelah Konfrensi Inter-Indonesia yang berhasil menemukan kesamaan kata antara BFO dan NRI (Negara Republik Indonesia), dilaksanakanlah Konfrensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Dalam pertemuan itu, Sultan Hamid II menjadi pemimpin delegasi BFO. Sementara delegasi Indonesia (NRI) dipimpin oleh Mohammad Hatta, dan delegasi Belanda dipimpin oleh Mr. Van Maarseven.
 Akhir dari konferensi ini adalah Negara Belanda dan Negara Republik Indonesia (NRI) sama-sama menyerahkan kedaulatan kepada sebuah negara baru yang merdeka dan berdaulat bernama Republik Indonesia Serikat (RIS). Di dalam RIS, selain NRI, juga akan bergabung negara-negara yang sudah terhimpun dalam BFO. Pada titik inilah sesungguhnya Indonesia baru benar-benar meraih kemerdekaannya baik secara defacto maupun yuridis.

Sultan Hamid II memiliki pangkat Letnan dalam KNIL
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Hamid_II
http://mymrcuriosity.blogspot.com/2012/09/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html



Kamis, 13 Agustus 2015

Mengisi Waktu Istirahat

Aku menghela napas
Masih sesak rasanya
Mengigat kata-kata itu
Sakit
Aku bukan pendendam
Namun mudah tersinggung
Rapuh
Kenapa waktu itu aku tidak melawan?
Kenapa aku terus menerima sikapnya yang kian membuat hatiku tidak tenang?
Aku yakin ia orang baik
Hanya terkadang ia kalah oleh nafsunya
Marah, jengkel, iri
Biasalah, remaja
Labil
Ia susah sekali mengontrol dirinya
Ada apa ya?
Mengapa sikapnya demikian?
Sudah menjadi akhlaknya kah?
Harusnya ia tahu, 
terkadang kata-katanya menyakiti orang lain
Aku memaafkannya
Jujur, aku memaafkannya
Walaupun ia belum meminta maaf padaku
Aku pun tak yakin ia akan meminta maaf
Senyum yang dilontarkannya pun hanya tertuju kepada beberapa orang
Mengapa hatinya penuh benci?

Rabu, 12 Agustus 2015

Menomorsepuluhkan

10? Kenapa 10?
Karena ada yang jauh lebih penting
Adanya prioritas
Adanya kebutuhan, bukan kemauan semata
Aku mulai dewasa
Setidaknya aku tahu yang mana yang harus kuubah
Yang mana yang harus kutinggalkan
Yang mana yang harus kulakukan
Aku tahu

Senin, 10 Agustus 2015

Kemerdekaan Indonesia adalah Hasil Perjuangan Indonesia, bukan Pemberian Jepang

     Jepang yang terkenal akan anime dan teknologinya yang canggih memang patut diacungi jempol. Tidak jarang remaja Indonesia atau bahkan di dunia, mengagumi Jepang beserta karya-karyanya, dari mulai manga, fashion mode, sampai teknologi canggihnya seperti automotif dan berbagai jenis robot. Jepang berhasil membangun kembali negaranya dari 0 dan melakukan Politik Isolasi yang merupakan kebijakan menutup diri dari negara-negara barat. Kebijakan Sakoku ini ditetapkan oleh Shokun Tokugawa pada tahun 1639. Jepang melepaskan hubungan bilateral maupun multilateralnya dengan negara-negara barat. Namun pada tahun 1854, Comodor Perry datang ke Jepang dengan "Kapal Hitam"nya dan didesaklah Jepang untuk menandatangani Perjanjian Kanagawa. Perjanjian tersebut berisikan kesediaan Jepang untuk membuka pelabuhan-pelabuhannya untuk kapal-kapal dari Amerika. Perjanjian itulah yang menjadi akhir dari Politik Isolasi yang telah berjalan selama 200 tahun. 
     Melihat Amerika yang maju, Jepang merasa ketinggalan dan kemudian menyadarkan Meiji untuk mewujudkan Restorasi Meiji yang menjadi awal era modern Jepang. Meiji mengutus beberapa pejabat Jepang ke Amerika Serikat dan Eropa untuk mempelajari seluk-beluk kemajuan barat serta ideologi yang mendasari kemajuan itu. Misi itu disebut dengan Misi Iwakura. 
Semenjak menjalani misi iwakura, Jepang menjadi ambisius untuk melakukan pertumbuhan negaranya. Jepang kemudian menjadi negara yang imperialis. Jepang membutuhkan 3 hal untuk pertumbuhannya dan melawan sekutu/allinace dalam perang pasifik, yakni:  
1.     pasokan bahan mentah yang stabil
2.     pelayaran yang aman
3.     pasar bagi hasil industri-industrinya
     Pada tanggal 11 Januari 1942, Jepang mendarat di Tarakan, KalTim. Mengapa Tarakan? Karena Jepang ingin menguasai tanaman jarak yang ada di tarakan untuk dijadikan sebagai bahan bakar untuk kepentingan perangnya. Sampailah Jepang menguasai seluruh Indonesia pada tanggal 9 Maret 1942 yang ditandai dengan Perjanjian Kalijati, 8 Mar 1942, Belanda menyerahkan Indonesia pada Jepang. Dengan membebaskan Indonesia dari jajahan Belanda, masyarakat Indonesia amat senang dan membuat mereka beranggapan positif kepada Jepang. Jepang pun berhasil menarik simpatik masyarakat Indonesia dengan memberikan janji kemerdekaan.
     Dalam menguasai Indonesia, Jepang tidak hanya menguasai sumber daya alam dan daratan, tetapi juga memanfaatkan masyarakat Indonesia untuk dijadikan sebagai alat pembantu pekerjaan mereka. Jepang membentuk berbagai macam organisasi semi maupun resmi militer yang beranggotakan pria maupun wanita Indonesia. Tidak hanya itu, Jepang juga memberlakukan kerja paksa seperti yang dilakukan oleh barat, kerja paksa ini dinamakan Romusha. 
Berikut organisasi semi-militer yang dibentuk Jepang:
1.     Seinendan - Barisan Pemuda yang dibentuk untuk mendidik dan melatih pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri. Organisasi ini berisikan pemuda kurung usia 14-22 tahun,
2.     Keibodan - Barisan Pembantu Polisi yang dibentuk bersamaan dengan Seinendan yang ditempatkan langsung dibawah pengawasan polisi. Di Sumatera, organisasi ini disebut Bogodan, sedangkan di Kalimantan, organisasi ini disebut dengan Borneo Konan Hokokudan.
3.     Gakukotai - Barisan/ Laskar Pelajar.
4.     Jibakutai - Pasukan Berani Mati.
5.     Seinentan - Barisan Pemuda.
6.     Fujinkai - Barisan Wanira yang berisikan wanita Indonesia yang dilatih juga dalam kemiliteran untuk ikut memperkuat pertahanan. Para wanita ini pun ditugaskan untuk mengumpulkan perhiasan, hewan ternak, dan bahan makanan.
7.     Syusintai - Barisan Pelopor yang dibentuk pada tanggal 1 November 1944 dengan pemimpin Ir. Soekarno. Organisasi ini berfungsi dalam memanfaatkan kesempatan untuk menanamkan semangat nasionalisme di kalangan pemuda.
Sedangkan organisasi militer yang dibentuk Jepang, yakni:
1.     Heiho - Pembantu Prajurit Jepang yang ditempatkan dalam AD maupun AL untuk membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya/ Pasifik. Tidak hanya pelatihan militer, pemuda Indonesia yang tergabung dalam Heiho juga diberikan ilmu keterampilan mengendalikan senjata, pesawat, dan tank. 
2.     PETA - Pembela Tanah Air yang kemudian menjadi cikal bakal Tentara Negara Indonesia.
     Pak Erwin, guru Sejarah Indonesia di sekolah saya menanyakan, "Jadi, menurut kalian, kemerdekaan Indonesia itu hasil pemberian Jepang atau hasil perjuangan Indonesia sendiri?" 
Berdasarkan buku yang saya baca, buku pelajaran Sejarah Indonesia yang diterbitkan oleh Penerbit Erlangga, dengan yakin, maka jawaban saya...
     "Tidak, kemerdekaan Indonesia bukanlah pemberian Jepang melainkan perjuangan Indonesia sendiri. Memang Jepang memberikan janji kemerdekaan, namun, janji yang diberikan itu tanggal 24 Agusutus 1945. Janji tersebut diucapkan oleh Jenderal Terauchi yang mengundang Ir. Soekarno, Dr, Moh. Hatta dan Drs. Radjiman Wedyodiningrat ke markas pusat Jepang di Dalat, Vietnam pada tanggal 7 Agustus 1945. Janji itulah yang kemudian membuat Soekarno dan para golongan tua lainnya bersikukuh untuk memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 24 Agustus 1945 pada saat golongan muda bersemangat dan mendesak Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasaikan kemerdekaan. Bagaimana bisa golongan muda mendesak para golongan tua untuk melakukan hal tersebut? Bisa saja, karena golongan muda telah mendengar siaran dari radio British Broadcasting Corporation (BBC) tentang berita bahwa Jepang akan menyerah pada sekutu dikarenakan 2 bom yang dijatuhkan sekutu  di atas 2 kota Jepang, yakni Hiroshima (7/08/45) dan Nagasaki (9/08/45). Namun, saat didesakpun Soekarno memiliki pertimbangan, yakni:
1.     belum ada kepastian Jepang sudah kalah dan menyerah pada sekutu. Beliau khawatir jika memproklamasikan kemerdekaan tanpa restu Jepang malah akan memicu pertumpahan darah.
2.     waktu yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan adalah sesuai dengan yang dijanjikan Jepang (24/08/45), maka beliau menunggu keputusan dari PPKI yang merupakan lembaga bentukan Jepang.
     2 pertimbangan itulah yang kemudian membuat golongan muda menganggap bahwa Soekarno-Hatta telah tunduk pada campur tangan Jepang. Kemudian, pada tanggal 15 Agustus 1945, Soekarno, Hatta dan Achmad Soebardjo pergi ke kediaman Mayjen Yamamoto, kepala pemerintahan militer Jepang di Indonesia, untuk mengonfirmasikan apakah benar Jepang sudah menyerah pada sekutu. Namun ternyata Yamamoto tidak ada di kediamannya. Pergilah mereka ke kediaman Laksamana Maeda yang kemudian Laksamana Maeda membenarkan berita tersebut dan mempersilakan PPKI untuk mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kemerdekaan. Maka para golongan tua pun berencana untuk mengadakan rapat PPKI pada tanggal 16 Agustus 2015 pukul 10.00. Namun, golongan muda tetap bersikeras dalam mendesak golongan tua. Dilakukanlah "penculikan" Soekarno-Hatta pukul 04.00 dan dinamai Peristiwa Rengasdengklok, karena mereka diasingkan ke Rengasdengklok. Disana, terjadi perdebatan antara Wikana (perwakilan gol.muda) dan Achmad Soebardjo (perwakilan gol.tua) yang kemudian berakhir dengan kesepakatan "proklamasi dilaksanakan tanggal 17 Agustus 1945". Dengan kesepakatan itulah akhirnya seluruh tokoh kembali ke Jakarta meskipun rapat PPKI dibatalkan. Mereka mempersiapkan naskah proklamasi. Pada tanggal 17 Agustus 1945, akhirnya, Indonesia merdeka dan bebas dari penjajahan manapun atas perjuangannya sendiri."


Sekian, terimakasih. :)

Selasa, 14 Juli 2015

Namaku Aisyah

Beberapa hari yang lalu saya membaca buku "The Beloved Aisyah". Buku tersebut menceritakan sosok Aisyah Radhiallahu 'Anhu semasa hidupnya dalam bentuk novel dan dirangkai dengan kata-kata yang mudah dibaca dan membuat sesekali berhasil mendorong saya mengeluarkan decakkan decakkan kagum akan sosok Aisyah RA yang masyaa Allah cerdas dan tabah luar biasa.
AlhamduliLlah. Betapa bersyukurnya saya karena orang tua saya memberikan nama itu kepada saya.
"Nama itu do'a, Nak. Kalau orang tua memberi nama untuk anaknya, itu tandanya orang tua mendo'akan anaknya lebih dari berharap agar anaknya menjadi seperti nama itu. Bapak kasih nama Aisyah, berdo'a semoga anak bapak punya karakter cerdas dan tabah seperti Aisyah."
Begitu kurang lebih almarhum ayah saya menjawab pertanyaan saya, maklum anak kecil selalu penasaran tentang arti dari nama lengkap yang dimiliki.
Bapak, terima kasih untuk nama tersebut.
Saya merasa amat sangat termotivasi dengan nama itu.
Aisyah RA yang diriwayatkan memiliki karakter yang penuh rasa ingin tahu, periang, tabah, dan cerdas membuat saya meresapi nama tersebut. Menanamkannya dalam karakter saya. Tidak harus persis dengan Aisyah RA. Tidak akan sama. Beliau luar biasa hebatnya:")
Menikah di usia yang amat belia dengan seorang penyampai risalah-Nya, beliau tidak menyerah dalam mempelajari pekerjaan-pekerjaan rumah tangga kepada Ibu dan Asma', kakanya dari beda ibu.
Bersiap memasang hati setebal baja karena kecemburuan saat Rasulullah menikahi Hafshah walaupun sebenarnya beliau amat cemburu.
Tegar saat mendapat fitnah hanya karena ditolong pemuda pasukan karena tertinggal rombongan di padang pasir akibat mengambil kalung pinjaman kakaknya yang jatuh dan kemudian hilang. Lalu beliau diperlakukan yang tidak seperti biasanya oleh Rasulullah ketikabeliau sakit. Rasulullah telah mendengar kabar tersebut dan sempat berniat unyuk menceraikan Aisyah RA.
Jiwa kepemimpinannya saat perang Jamal meskipun beliau sudah cukup tua.
Kecerdasannya yang kemudian Rasulullah beri julukan "madrasah bagi ummatku". Rasulullah menjelaskan banyak masalah fiqh, aqidah dan sebagainya.
Hati yang lembut dan tabah ketika ajal menjemput Rasulullah dalam pangkuannya.
Allahku.... Sampaikan salam ku untuk Aisyah RA :)